Manusia diciptakan oleh Tuhan dalam bentuk yang paling sempurna, dilengkapi dengan akal dan fikiran yang membuatnya berbeda dengan Makhluk Ciptaan Tuhan lainnya. Ada manusia yang dikaruniai fisik yang sempurna namun ada juga yang dikaruniai akal dan keahlian yang sempurna. Fisik, akal, hati, keahlian/bakat itu semua merupakan potensi yang ada pada diri kita yang Tuhan berikan dari sejak kita berada dalam kandungan. Semua manusia dilahirkan dengan potensi dasar yang sama hebatnya, dengan modal potensi itulah kita bisa menjadi apapun yang kita inginkan. Agar potensi tersebut dapat dengan maksimal kita manfaatkan maka terlebih dahulu kita harus menerima diri kita sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihan yang kita miliki.
Apa sih terima diri itu??
Terima diri atau self-acceptance adalah penerimaan seseorang atas semua hal yang telah melekat dan menjadi atribut dirinya, baik itu sisi positif maupun negatif. Ketika kita sudah menerima diri kita secara utuh, maka hal ini membuat kita dapat berinteraksi dengan orang lain dengan cara yang lebih baik, kita menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan mampu mengembangkan potensi-potensi yang ada pada diri kita.
Setelah melalui kondiri terima diri kemudian kita akan mencapai pada tahap apresiasi diri dan tahap yang paling utama adalah HARGA DIRI.
Self-esteem (harga diri) adalah kata yang digunakan untuk mendeskripsikan nilai personal seorang individu, terhadap dirinya sendiri. Self-esteem merujuk pada cara kita menghargai, mengapresiasi dan menyukai diri sendiri. Jadi sebelum mencapai tahapan ini artinya terima diri sangat diperlukan, karena akan membawa kita menuju kepada kesuksesan. Sukses adalah mampu mengoptimalkan potensi diri untuk mencapai apa yang diinginkan. Kemudian ada yang dinamakan aktualisasi diri, menurut Maslow kebutuhan aktualisasi diri adalah kebutuhan yang tidak melibatkan keseimbangan, tetapi melibatkan keinginan yang terus menerus untuk memenuhi potensi diri. Kebutuhan ini sebagai hasrat untuk semakin menjadi diri sepenuh berdasarkan kemampuannya sendiri, atau menjadi apa saja menurut kemampuan diri sendiri.
Salah satu contoh tokoh yang mampu untuk mengembangkan Potensi diri secara maksimal dengan menerima diri nya sendiri secara utuh adalah “Sylvester Stallone”.
SYLVESTER STALLONE.

Sylvester Stallone memiliki nama panggilan Sly merupakan seorang aktor, sutradara dan penulis naskah. Sly lahir dari keluarga yang sangat miskin bahkan ibunya melahirkannya ditangga pintu sebuah sekolah, akibat nya wajah sebelah kanan nya tidak normal dan ujung bibir selalu tertari kebawah. Karena kekurangannya Sly bersekolah disekolah anak berkebutuhan khusus.
Sly memiliki mimpi sebagai seorang aktor professional, ia pun beribu kali melakukan casting namun akhirnya beribu kali juga ia mengalami penolakan karena kekurangannya tersebut. Setelah gagal audisi akhirnya dia nekad untuk mendapatkan peran, dia berdiam diri dikantor hingga akhirnya sang sutradarapun merasa kasihan padanya, kemudian ia pun mendapatkan sebuah peran.
Sayangnya, walaupun Sly memiliki pengalaman karirnya tak kunjung membaik, Ia menemui kegagalan demi kegagalan berikutnya untuk mendapatkan sebuah peran lainnya. Sly pernah dibayar $200 selama 2 hari shooting, ia juga pernah mengalami ketidakmampuan untuk membayar pemanas ruangan sehingga membuatnya pergi ke perpustakaan hanya sekedar untuk menghangatkan tubuh. Kemudian ia juga pernah menjual anjingnya hanya untuk menyambung hidup. Kondisinya yang semakin memburuk tidak lantas membuat dia mengubur mimpinya, inspirasinya adalah seorang pegulat (tinju) bernama Chuck Webner.
Dari inspirasinya tersebut Sly menulis cerita atau naskah film berjudul ‘Rocky’ yang diselesaikannya selama 3 hari. Setelah selesai, Sly menawarkan naskah tersebut kepada produser film dan lagi-lagi ia mendapatkan penolakan. Kemudian, ada salah satu produser yang tertarik untuk membeli naskah film yang dijual Sly senilai $20.000 tetapi dengan syarat bahwa bukan Sly pemeran utamanya. Namun Sly menolak penawaran tersebut, produser tersebut terus menaikan nominalnya tetapi, Sly tak kunjung menerima tawaran tersebut. Akhirnya produser tersebut menyanggupi permintaan Sly, produser tersebut membeli naskah Sly senilai $20.000 dan menjadikannya pemeran utama.
Hasilnya pun menakjubkan, film ‘Rocky’ meledak di pasaran dan meraih tiga oscar untuk film terbaik, sutradara terbaik dan skenario film terbaik. Film tersebut meraih keuntungan 200 kali lipat dari biaya produksinya. Setelah itu, karir Sly terus mengalami peningkatan hingga sekarang, saat ini dia dijuluki sebagai aktor professional.
KESIMPULAN yang bisa kita ambil yaitu bahwa kondisi fisik atau kekurangan apapun yang kita miliki tidak lantas membuat kita merasa minder, kita hanya perlu untuk melakukan ‘Terima Diri’ yang baik agar kita bisa dan dapat memanfaatkan atau menggunakan potensi kita secara maksimal untuk menggapai semua mimpi-mimpi kita. Selain itu, hasil dari penerimaan diri yang baik membuat kita memiliki harga diri yang tinggi yang tidak bisa ditukarkan dengan apapun. Ketiga, tidak ada perjuangan yang sia-sia jika kita melakukannya secara maksimal dengan potensi yang kita miliki, semua akan membuahkan hasil kesuksesan.
KESUSKES adalah ‘MAMPU MEMAKSIMALKAN POTENSI DIRI UNTUK MENCAPAI APA YANG DIINGINKAN’ !! .